Batam, Manadosulutnews – Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga menjadi narasumber pada sosialisasi aset kripto dengan tema “Sebagai Komoditi Bagi Pelaku Usaha di Kota Batam” di Aston Batam Hotel & Residence, Kota Batam, Jumat (25/02/2022).
Wamendag Jerry Sambuaga saat membawakan sambutan
“Dari awal kita semua sepakat bahwa alat pembayaran di Indonesia sesuai dengan undang-undang itu hanyalah rupiah. Kripto itu bukan alat pembayaran. Kripto itu adalah komoditi. Dan perdagangan komoditi itu juga sudah ada undang-undangnya. Oleh karena itu, sesuai dengan undang-undang yang mengatur tata kelola perdagangan komoditi, termasuk kripto, adalah Beppebti di bawah Kementerian Perdagangan,” jelas Wamendag.
Wamendag Jerry memaparkan peraturan dan perkembangan perdagangan aset kripto
Wamendag juga memaparkan mengenai pengaturan dan perkembangan perdagangan aset kripto di Indonesia, manfaat perdagangan pasar fisik aset kripto, mekanisme transaksi perdagangan aset kripto, serta upaya pengamanan perdagangan aset kripto.
Wamendag menyampaikan tantangan dan peluang Pengembangan ekonomi digital
“Nilai transaksi aset kripto di dalam negeri pada 2021 tercatat sebesar Rp859,4 triliun dengan pertumbuhan transaksi yang mencapai lebih dari 12x lipat dibandingkan tahun lalu, serta pelanggan atau nasabah yang telah mencapai 11,2 juta. Dalam beberapa tahun ke depan, aset kripto diyakini akan dapat melebih nilai transaksi saham/efek,” jelas Wamendag Jerry.
Para peserta sosialisasi
Pada kesempatan tersebut, Wamendag juga menyampaikan mengenai tantangan dan peluang pengembangan ekonomi digital.
“Perdagangan aset kripto dapat menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat, menciptakan dan mendorong upaya pengembangan ekonomi digital Indonesia pada tahun 2030,” pungkas Wamendag.
Bali, Manadosulutnews – Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga bersama Direktur Utama PT Aset Digital Berkat, Pang Xue Kai; Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Fadjar Hutomo serta Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Tirta Karma Senjaya menggunting pita sebagai tanda pembukaan T-Hub Tokocrypto yang berlangsung di Seminyak, Bali, Jumat (21/01/2022).
Wamendag Jerry saat memberikan sambuatan
Dalam sambutannya Wamendag Jerry mengatakan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) saat ini tengah membentuk bursa kripto. Meski begitu, pihaknya tidak mau terlalu tergesa-gesa soal pembentukan bursa yang sempat molor pembentukannya dari akhir 2021 menjadi kuartal I-2022.
“Kita tidak mau buru-buru. Kita mau kedepankan proses yang cermat dan komprehensif, sehingga bursa kripto jadi bentuk ekosistem yang sehat. Saya tidak mau terlalu mengumbar janji, pokoknya (kehadiran bursa kripto) secepatnya,” ujar Jerry.
Wamendag menjelaskan tentang bursa kripto
Pemerintah, jelas Jerry, ingin meyakini nantinya dengan kehadiran bursa kripto dapat meminimalisasi resiko-resiko atau hal-hal yang bersifat negatif. Pasalnya, semuanya akan terintegrasi dengan satu kesatuan.
“Semua akan melihat ke bursa sebagai instrumen utama. Jadi, tidak ada lagi tuh pedagang nakal, karena ada bursa bersama Bappebti yang akan mengatur. Karena perlindungan konsumen adalah hal yang paling utama,” tegasnya.
Setiap hari, tambah Jerry, Bappebti melakukan verifikasi dan validasi atas setiap token yang didaftarkan. Di mana, proses ini menurutnya harus dilakukan secara hati-hati. “Kita tidak mau konsumen beli token yang abal-abal yang tidak jelas. Per hari ini ada 229 aset kripto yang di-register ke Bappebti,” tandas Jerry Sambuaga.
Sementara itu, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Tirta Karma Senjaya merinci, kehadiran Bursa Kripto nantinya akan paralel dengan kliring dan kustodian akan terbit bersamaan. “Dengan adanya bursa itu akan ada arbitrase sama seperti di saham dan bursa berjangka komoditi,” katanya.
Tirta sendiri saat ini mengatakan sudah melihat cek fisik untuk sistem aplikasinya. Di mana, semuanya sudah dalam tahap siap untuk terkoneksi baik itu untuk kliring, kustodian, dan calon pedagangnya. Bappebti Kementerian Perdagangan sendiri baru-baru ini telah menetapkan kantor bagi pengembangan bursa kripto di Indonesia. Kantor tersebut berada di The City Tower, Jakarta Pusat.
Pemilihan lokasi tersebut tidaklah mengherankan karena Digital Futures Exchange (DFX) memang beroperasional disana. DFX sebagai bursa aset kripto di Indonesia, dikatakannya memang akan beroperasional pada kuartal I-2022. Adapun, saat ini pendirian bursa juga erat kaitannya dalam hal permodalan.
Situasi berjalannya kegiatan
Mengacu pada beleid yang disahkan pada awal tahun lalu tersebut, Bappebti menyatakan beberapa ketentuan teknis yang harus dipatuhi oleh pemain kripto. Di antaranya adanya bursa berjangka, pasar fisik aset kripto, lembaga kliring berjangka, pengelola tempat penyimpan aset kripto, pedagang fisik aset kripto harus memiliki modal Rp 1 triliun.
“Sebagai bursa berjangka seperti halnya ICDX dan JFX perlu modal Rp 100 miliar. Lalu sebagai bursa kripto harus jadi Rp 500 miliar dan 3 bulan kemudian harus jadi Rp 1 triliun,” pungkasnya.
Jakarta, Manadosulutnews – Anang Hermansyah memuji Wakil Menetri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga soal kripto. Pasalnya menurut Anang, Jerry punya sikap dan kebijakan yang bagus soal aset digital baru tersebut.
Wamendag Jerry Sambuaga (kanan) saat menghadiri undangan Anang Hermansyah dalam acara podcast Ngobrol Asix.
Pujian ini disampaikan Anang saat mengundang Wamendag Jerry Sambuaga dalam podcast yang ditayangkan melalui Channel Youtube Ngobrol Asix miliknya pada Kamis, (23/12/2021). Menurut Anang, sikap Pemerintah yang dikemukakan oleh Jerry merupakan langkah antisipatif dan proaktif yang sangat baik.
“Di tempat saya di Jember, banyak sekali seniman-seniman yang bagus. Jangan sampai kita bermain dengan cara-cara konvensional sementara negara lain sudah demikian maju. Pakai kripto dan token akan memperbesar dan meluaskan peluang bagi seniman dan pelaku ekonomi lain,” kata Anang.
Anang sendiri setuju dengan pendapat Jerry bahwa, penggunaan token akan makin banyak digunakan di segala bidang. Anang mencontohkan bukan hanya dalam pengembangan seni, tetapi juga dalam perdagangan dan dalam mengembangkan pendapatan-pendapatan baru.
Anang Hermansyah
Jerry mendukung pendapat Anang, tetapi Wamendag mengingatkan bahwa kripto tidak ditempatkan sebagai uang atau alat pembayaran, tapi sebagai aset digital. Hal ini sejalan dengan undang-undang mengenai mata uang. Wamendag menganalogikan aset digital ini dengan emas, dimana emas bisa diperdagangkan, disimpan sebagai aset dan investasi atau juga digunakan dalam perdagangan berjangka.
Dalam acara tersebut, Wamendag juga memaparkan tentang gagasan pembentukan bursa sebagai cara untuk mewujudkan perlindungan konsumen dalam perdagangan kripto. Karena menurut Jerry, dengan dibentuknya bursa, dia berharap kasus-kasus pelanggaran yang merugikan konsumen seperti yang sudah terjadi di luar negeri dapat dicegah.
“Beberapa waktu lalu ada yang melarikan dana nasabah hingga triliunan di luar negeri. Ada lagi token-token yang belum terverifikasi dan sebagainya. Ini jelas akan merugikan konsumen dan masyarakat yang bertransaksi kripto. Kami berharap hal itu bisa dicegah dan diminimalkan terjadi di Indonesia,” kata Jerry.
Wamendag Jerry Sambuaga saat memaparkan keuntungan bursa kripto.
Jerry pun berharap, bursa ke depan bisa menciptakan sistem perdagangan yang bisa menanungi dan mengatur pedagang-pedagang kripto. Dengan demikian, perdagangan kripto bisa lebih terstruktur dan tersistematisasi sehingga mempermudah bagi upaya-upaya pencatatan, pengawasan dan dalam mengharmonisasi dengan sektor lain.
“Salah satunya adalah kaitannya dengan urusan pajak. Kalau sudah tercatat kan mudah penghitungan dan pemungutan pajaknya. Ini juga akan memberikan pendapatan yang cukup besar bagi negara sehingga akan menunjang pembangunan di sektor lain,” tambah Wamendag yang dikenal aktif dalam mensosialisasikan bangga buatan Indonesia ini.
Lebih lanjut menurut Jerry, Selain sektor pajak, keuntungan negara dengan dibukanya bursa kripto adalah dalam hal menjamin keamanan negara, baik yang berkaitan dengan pencucian uang, pendanaan terorisme ataupun yang berhubungan dengan keamanan moneter dan fiskal Indonesia.
Anang Hermansyah menyampaikan harapanya kepada Wamendag terkait aset digital.
Menyikapi hal itu, Anang berharap, Kementerian Perdagangan makin mengakomodasi dan memfasilitasi aset-aset digital yang dibuat dan ditransaksikan oleh anak-anak negeri. Apalagi menurut Anang, dengan Presiden Jokowi yang punya visi sangat modern, hal ini tidak mustahil terjadi. Dia menilai, Presiden sangat full support terhadap pengembangan aset digital.
Ia juga sependapat dengan Wamendag bahwa dengan teknologi, ekonomi anak bangsa bisa diekspor dengan lebih mudah dan makin bisa diterima di seluruh dunia. “Saya excited dengan Pemerintah yang sangat tanggap terhadap metaverse. Ini luar biasa,” tandasnya.