Ibu Bupati Humbang Hasundutan Bakal Hadir di LTF, KKA Sebut Itu Kabar Gembira

Manadosulutnews.comMINUT–Tentu suksesnya kegiatan Likupang Tourism Festival (LTF) 2023 tak lepas dari banyaknya kunjungan para wisatawan lokal, nasional maupun internasional.

Untuk itu, Panitia Likupang Tourims Festival (LTF) dibawah Ketua Kristi Karla Arina (KKA) terus bekerja keras dalam upaya mensukseskan kegiatan yang bakal dilaksanakan pada 26-28 Oktober 2023 dekat ini, bertempat di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang.

Kabar terbaru yang didapat media ini, istri  Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ny. Lidya Kristina Dosmar Banjarnahor bakal menghadiri kegiatan yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) ini.

Terkait kabar tersebut, dibenarkan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2023 Elisha Lumintang. Menurutnya, ibu bupati Kabupaten Humbang Hasundutan akan memboyong keluarganya untuk datang ke LTF.

“Itu benar, jadi ketika saya berbincang-bincang dengan ibu bupati usai kegiatan Lake Toba Fashion Wake yang digelar Pemerintah Kabupaten Humbang Husundutan, saya bilang asal saya dari minahasa utara dan pada tanggal 26 pemkab minut akan menggelar LTF dan ibu bupati bilang dia akan datang bersama keluarga untuk melihat potensi wisata yang ada di likupang,” kata Elisha.

Hal ini juga turut dibenarkan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Minut Femmy Pangkerego. Dia mengatakan, kebetulan pihaknya yang ikut menemani POI Elisha Lumihtang saat mengikuti kegiatan Lake Toba Fashion Wake pada beberapa bulan lalu.

“Iya, jadi percakapan itu berkembang karena Elisha tampil di acara mereka (Lake Toba Fashion Wake). Ini juga berkat POI orang asli Minut dan bapak bupati kita Joune Ganda sebagai Ketua Bidang Politik dan Keamanan APKASI,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia LTF 2023 Kristi Karla Arina (KKA) menyambut baik serta merasa senang karena akan dikunjungi istri kepala daerah Humbang Hasundutan tersebut.

“Tentu ini kabar gembira, pasti kami menyambut baik, apalagi ibu bupati akan memboyong keluarganya ke likupang. Yang pasti akan ada nilai-nilai positif yang dibawah ke Kabupaten Humbang Hasundutan pasca kunjungan ke Likupang. Kami juga sampai saat ini terus bekerja keras untuk menampilkan yang terbaik. Minta doa juga dan dukugan dari semua lapisan masyarakat akan suksesnya LTF 2023 ini,” kunci KKA

Penulis : Rivo Lumihi

Bakal Tampilkan Inovasi Baru, Berikut Konsep LTF 2023

Manadosulutnews.comMINUT–Untuk ketiga kalinya Likupang Tourism Festival (LTF) digelar dalam rangka mempromosikan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang.

Informasi yang dirangkum media ini, LTF 2023 bakal tampilkan inovasi baru dengan konsep yang berbeda seperti LTF tahun-tahun sebelumnya.

Kegiatan yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) ini, bakal mengusung tema “Sampah”.  

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Minahasa Utara (Minut) Femmy Pangkerego menjelaskan, setiap tahun pihaknya dituntut untuk melakukan inovasi pada setiap iven LTF. 

“Harus ada yang baru dalam setiap ivent LTF. Mulai dari LTF satu, dua dan LTF tiga. Makanya, LTF yang ketiga ini, kami menggusung tema tentang sampah,” kata Femmy saat ditemui awak media diruang kerjanya belum lama ini.

Dia mengatakan, pihaknya sudah membuat site ivent terkait sampah dengan melakukan semacam pelatihan pengelolaan sampah.

“Dan pada opening ceremony ada hasil pengelolaan sampah plastik berupa pasel yang ditempelkan bertuliskan Likupang,” katanya.

Tambah Femmy, hal ini sesuai petunjuk atasan untuk tidak menciptakan sampah plastik dan hal tersebut sudah ada surat edaranya.

Sementara itu, Ketua Panitia LTF 2023 Kristi Karla Arina (KKA) mengajak kepada semua masyarakat Minahasa Utara untuk mensukseskan LTF tahun 2023 ini.

“Tanpa dukungan masyarakat kegiatan ini tidak akan sukses. Dan memang masyarakat akan terlibat aktif dikegiatan ini, seperti menampilkan kerajinan lokal, budaya lokal, dan serta bermacam lomba akan diikuti masyarakat,” kata KKA

Dia meminta agar masyarakat minahasa utara untuk menjadi tuan rumah yang baik kepada setiap tamu yang datang di LTF tahun 2023 ini.

“Serta memperhatikan kebersihan disetiap desa yang bakal dilewati para tamu untuk pergi ke Likupang. Keamanan juga harus dijaga, makanya kami juga sudah bekerjasama dengan pihak TNI-Polri agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi,” tandas KKA.

Penulis : Rivo Lumihi

Berkat Relasi APKASI, POI Elisha Lumintang Tampil di Lake Toba Fashion Week

Manadosulutnews.comMINUT–Putri Otonom Indonesia (POI) asal Minahasa Utara (Minut) tampil dalam Lake Toba Fashion Week yang digelar Pemerintah Kabupaten Humbang Husundutan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada 6-8 Oktober beberapa waktu lalu.

Tentu hal ini, mendapat keuntungan bagi Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Selain membanggakan masyarakat “Tanah Tonsea”, Elisha juga dapat mempromosikan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang di Provinsi Sumbar. 

Elisha Lumintang saat diwawancarai awak media mengaku, kehadirinya di Lake Toba Fashion Week berkat relasi dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

“Jadi ada surat undangan yang masuk untuk mengundang Putri Otonom Indonesia, itu berkat relasi dari APKASI,” katanya

Elisha membeberkan, bukan hanya menghadiri Lake Toba Fashion Week, dirinya juga menjadi model untuk memakai pakai desain Toba Fahsion Week.

“Saya tampil menjadi model memakai pakai mereka. Lake Toba Fashion Week ini pertama dilaksanakan dan berkat kerjasama 8 kabupaten se-kawasan dana toba,” bebernya.

Elisha mengaku senang dan bangga, serta bersyukur atas kemudahan yang dia dapatkan setelah memenangkan POI ini.

“Saya juga mempromisikan DPSP Likupang disana. Pokoknya sangat bersyukur dapat kesempatan tampil di Lake Toba Fashion Week ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Minut Femmy Pangkerego yang juga mendampingi Elisha Lumintang dalam Lake Toba Fashion Week mengatakan, Elisha mendapat kemudahan-kemudahan berkat inisiatif dari APKASI untuk penghargaan memanangkan Putri Otonom Indonesia.

“Ya itu jelas, setelah menjadi menteri Investasi sehari, menteri pariwisata sehari serta berkunjung di daerah-daerah DPSP Indonesia, kali ini dia (Elisha-red) mendapat kesempatan menghadiri sekaligus menjadi model dalam Lake Toba Fashion Week,” katanya.

Pangkerego berharap, Elisha Lumintang dapat memanfaatkan dengan sebaik mungkin apa yang diberikan APKASI guna menambah pengalaman dan wawasan.

“Tentu kita juga berterima kasih kepada pak bupati yang adalah Ketua Bidang Politik dan Keamanan di APKASI. Berkat beliau juga kita mendapatkan kemudahan-kemudahan ini,” kuncinya.

Penulis : Rivo Lumihi

Pengembangan DPSP dan Operasional Kapal Selam Dibahas Saat Rakor Disparbud

Manadosulutnews.comMINUT—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) melaksanakan Rapat Koordinasi, di Hotel Sutanraja Rabu (2/11) kemarin.

Dimana dalam Rakor tersebut, ada dua hal penting yang menjadi pokok pembahasan. Yakni, pengembangan Potensi Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang serta persiapan operasional kapal selam wisata bahas air.

Kepala Disparbud Femmy Pangkerego menjelaskan, kegiatan ini digelar sebagai tindaklanjut pertemuan dengan Bupati Joune Ganda bersama pimpinan perusahaan pemilik lisensi Hotel Marriot di Jakarta, beberapa waktu.

“Kita harapkan investasi yang sudah dikeluarkan PT BMW bisa berdampak positif bagi para pelaku usaha pariwisata. Karena kami meyakini ada kesinambungan dalam pengembangan DPSP Likupang bagi para pelaku pariwisata di Minut bahkan Sulawesi Utara,” jekasnya

Pangkerego juga mengapresiasi antusiasme PT Bhineka Mancawisata selaku pemilik kapal selam.

“Kehadiran PT BMW sebagai investor di bidang pariwisata membawa dampak positif dalam menopang pengembangan DPSP Likupang,” katanya

Sementara itu, Adviser PT Bhineka Mancawisata Adji Sularso mengungkapkan, pihaknya sangat terbuka dengan kerjasama bersama para pengusaha pariwisata di Minut. Terutama para pemilik hotel maupun cottage.

“Kapal selam ini bisa digunakan tamu dari mana saja. Tentunya dengan kerjasama antara PT BMW dengan pengusaha atau perorangan yang ingin menyewa. Dengan begitu turis bisa lebih menikmati kekayaan laut di Likupang,” ungkapnya

Dia berharap, pemerintah dapat memfasilitasi promosi dan pengembangan kapal selam serta launching Marriot Hotel di Desa Paputungan, Kecamatan Likupang Barat.

Pihaknya berharap kehadiran kapal dalam menunjang operasional Hotel Marriot Manado dapat memberi nilai tambah dalam pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut).

“Melalui kegiatan ini, kita menggabungkan kepentingan bisnis ini PT Bhineka Mancawisata menjadi kepentingan bersama untuk pengembangan pariwisata yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya

(Rivo)

Disparbud Satukan Pokok Pikiran Lestarikan Kebudayaan Minahasa Utara

Manadosulutnews.comMINUT– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar kegiatan Sosialisasi Pokok Pikiran Kabudayaan, Rabu (2/11) pagi tadi Hotel SutanRaja.

Kepala Disparbud Minut Femmy Pangkerego dalam sambutanya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyusun pokok pikiran untuk melestarikan kebudayaan di Minahasa Utara.

“Ini juga akan menjadi acuan. Jadi kita akan melihat, apa saja yang dimiliki minahasa utara, baik dari adat istiadat, bahasa, maupun tradisi. Dan lewat kegiatan ini kita satukan semua yang kita miliki,” katanya.

Pangkerego berharap, pokok pikiran kebudayaan daerah Kabupaten Minut dapat diketahui oleh masyarakat sebagai identitas budaya daerah, sebagai dasar menyusun strategi kebudayaan dan rencana induk kemajuan kebudayaan.

“Saya mewakili Bapak Bupati Minut Joune Ganda ingin menyampaikan bahwa beliau sangat mengapresiasi acara ini, harapan pemerintah dengan adanya diskusi ini lahir suatu pokok-pokok pikiran dalam memajukan kebudayaan Kabupaten Minut yang lebih baik lagi ke depannya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Gerard Katili menambhkan, kegiatan ini juga mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam peningkatan pelestarian kebudayaan di minahasa utara.

Perlu diketahui bersama, kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta yang merupakan pelaku seni, budayawan, sanggar seni, tokoh masyarakat  dan kasi pemberdayaan masyarakat pada kecamatan se-Kabupaten Minut

(Rivo)