Pengadaan Air Bersih dan Pemasangan Lampu Jalan “Warnai” Reses Novie Paulus

Manadosulutnews.comMINUT–Anggota DPRD Minahasa Utara (Minut) dari fraksi PDI-P Novie Paulus (NP) menggelar reses masa persidangan 1 sidang IV tahun 2022, Jumat (2/12) siang tadi di Desa Maumbi.

Anggota Legislatif (Aleg) Dapil I ini, menyerap aspirasi warga di wilayah tersebut dengan menggali terlebih dahulu permasalahan serta kebutuhan yang ada di dapilnya.

NP menjelaskan, karna pada dasarnya tugas dan wewenang anggota DPRD ada tiga, yakni untuk membentuk peraturan daerah bersama kepala daerah, membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang diajukan oleh kepala daerah.

“Serta melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan APBD,” jelasnya.

NP mengungkapkan, reses ini sangat penting dilaksanakan agar kebutuhan masyarakat dapat dimasukan serta bisa terealisasi sesuai kebutuhan yang ada.

“Yang pasti, saya akan mengawal aspirasi yang sudah masuk ini. Tentu melihat kebutuhan prioritas di masing-masing desa. Karna kebutuhan setiap desa, berbeda-beda,” ungkpanya.

Perlu diketahui bersama, ada beberapa aspirasi masyarakat yang masuk dalam reses ini, diantaranya warga meminta pengadaan air bersih di Desa Maumbi jaga VI dan Jaga II, pemasangan tiang listrik di Jaga IV, V, VI, penerangan jalan, perbaikan jalan di jaga V dan VI, Pembuatan drainase di Desa Watutumou jaga V dan pengadaan air bersih di Desa Kalawat jaga V.

Turut hadir dalam reses Camat Kalawat Drs India Ferlie Nassa, MAP, Kabag administrasi kesertariatan DPRD Minut Steven Goliot, tokoh agama, tokoh masyarakat, staf DPRD Minut dan masyarakat

(Rivo)

Pengerjaan Jembatan Watutumou Sudah Action Dari Senin

manadosulutnews.comMINUT–Pengerjaan jembatan penghubung antara Desa Watutumou dan Watutumou Dua Kecamatan Kalawat sudah dikerjakan dari hari Senin 1 Agustus 2022. Hal ini sebagaimana ditegaskan Anggota DPRD Minahasa Utara Novie Paulus. Bahkan menurut Paulus, dilokasi tersebut sudah dibuat jembatan darurat untuk mempermudah akses masyarakat.

“Saat ini pekerjaan sementara dilakukan, dan sejak Senin lalu, dan diperkirakan minggu depan sudah selesai. Ini juga sebagai kepedulian bahwa pemerintah Minut dibawah pimpinan JGKWL tidak menutup mata terkait sarana publik dan secepatnya sudah ditindaklanjuti,” ungkap Paulus, Jumat (5/8) pagi tadi sembari menyayangkan ada anggota DPRD yang mengkritik jembatan tersebut tidak ditangani pemerintah setempat.

Makanya, sebelum mengkritik menurut Novie, harusnya anggota dewan yang mengkritik meninjau lapangan sehingga tidak mubazir pernyataan yang dibuat.

“Kami atas nama Pemkab Minut sudah melakukan penanganan dan ini juga untuk kepentingan masyarakat, jadi bukan dibiarkan. Makanya saat disesalkan jika ada yang menyoroti jalan tersebut padahal belum melihat saat kondisi terakhir. Bahkan saat ini sudah ada jembatan darurat yang disiapkan sehingga akses bagi masyarakat bisa dilewati. Ini yang saya maksudkan agar harus dipahami bersama jangan asal membuat pernyataan yang pada dasarnya salah alamat,” tandas Aleg dari Fraksi PDIP ini.

Sementera itu, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda melalui Kepala Dinas Kominfo Theo Lumingkewas mengatakan, jembatan sementara dilakukan pengerjaan. Makanya dengan adanya pengerjaan tersebut dapat menjawab kekuatiran dan kegelisahan masyarakat.

“Camat Kalawat sudah melapor, bahwa realisasi pembangunan abudmen (kaki jembatan) masih dalam tahap pelaksanaan realisasi saat ini sekitar 51 %. Hal ini dilakukan untuk menjawab serta memenuhi kebutuhan masyarakat di Watutumou, dan itu kewajiban Pemerintah Kabupaten,” katanya.

Lumingkewas menambahkan, pembangunan tersebut perlu dilakukan segera, karena jembatan itu merupakan akses penghubung transportasi masyarakat di wilayah tersebut.

“Bapak bupati dan bapak wakil bupati tetap peduli atas kebutuhan masyarakat dengan gerak cepat, gerak bersama dan gass pol,” tambah Lumingkewas.

(Rivo)