PT BMW Gandeng Pemkab Minut Tanam 2000 Mangrove Serta Canangkan Restorasi Terumbu Karang

manadosulutnews.comMINUT–PT. Bhineka Mancawisata (BMW) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) melakukan penanaman pohon Mangrove sebanyak 2000 pohon sekaligus dengan pencanangan restorasi terumbu karang dengan jumlah 55 unit terumbu karang di area pantai Hotel Meriot Desa Paputungan, Jumat (29/07), kemarin.

Dalam sambutan Bupati memberikan apresiasi kepada PT. Bhineka Mancawisata atas kesadaran pentingnya ekosistem mangrove dalam menunjang kehidupan masyarakat pesisir dan kesinambungan biota laut yang beresonansi dengan ekosistem sekitar.

“Secara ekologis hutan mangrove berfungsi sebagai pelindung daratan dari abrasi oleh ombak, pelindung dari tiupan angin, penyaring alami untuk beberapa polutan kimia sehingga bisa membersihkan lingkungan demi kelangsungan biota laut seperti kepiting, ikan, udang dan lainya yang memiliki potesi ekonomi. Makanya kegiatan ini sangat penting demi menjaga pentingnya kehidupan biota laut,” kata bupati.

Bupati mengajak kepada semua elemen untuk mendukung pembangunan Hotel megah pertama di Sulawesi Utara ini.

“Saya mengapresiasi PT BMW yang merencanakan investasi sebesar Rp1,6 triliun. Tidak gampang mendapatkan investor yang mau berinvestasi sampai triliun, untuk itu mari kita dukung bersama-sama,” ajaknya.

Semenetara itu, Dirut PT BMW Oong Iriyanto mengatakan, keberadaan hotel di Desa Paputungan, siap berkontribusi mendukung program pemerintah untuk memajukan Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang.

“Lewat program corporate social responsibility (CSR), perusahaan juga ikut menyokong kehidupan masyarakat di seputaran pembangunan hotel,” terang Iriyanto.

Sekedar informasi, Dirut Oong Iriyanto mengajak Bupati Joune Ganda bersama rombongan untuk melihat progres pembangunan hotel serta melihat fasilitas kamar yang ada.

Ikut hadir dalam kegiatan tersebut, Forkopimda Kabupaten Minahasa Utara; Ketua DPRD Kab. Minut Bpk. Denny Lolong, S.Sos., Kapolres AKBP Bambang Yudi Wibowo, SIK., Dandim 1310 Bitung., Wakil Ketua DPRD Daniel Rumumpe., Direktur PT. Bhineka Manca Wisata Bpk. Ir. Oong Irianto, Finance Controller Bpk. Ongkow Hadirebowo, Jajaran Pejabat Pemkab Minut, Camat Likupang Barat Bpk. Maikel Parengkuan, S.STP., Tokoh masyarakat dan tokoh agama, insan pers dan masyarakat.

Bangun Akses Jalan Desa, Pengadaan Kostum Sepakbola, PT BMW Bantu Masyarakat Lewat CSR

manadosulutnews.comMINUT–PT Bhineka Mancawisata (BMW) terus berkomitmen membantu masyarakat lingkar perusahaan lewat Corporate Social Responsibility (CSR).

Buktinya, Jumat (24/6) siang tadi, perusahaan yang membangun Marriot Eco Family Hotel di Desa Paputungan ini, memberikan dua CSR sekaligus.

Yakni yang pertama di Desa Paputungan pemberian CSR berupa perlengkapan olahraga yakni kostum sepakbola 2 set beserta 10 bola kaki. Serta Desa Jayakarsa bantuan pembagunan perbaikan akses jalan desa.

Manager CSR PT Bhineka Mancawisata Alwin Panambunan mengatakan, pihaknya pada dasarnya sangat mengapresiasi masukan dari pemerintah desa setempat. Apa yang menjadi kekurangan di desa pihaknya langsung merespon.

“Nah kali ini Pemerintah Desa Paputungan meminta atau mengajukan untuk pengadaan kostum sepakbola dan bola kaki, karna mereka ada tim sepakbola di desa. Kami terus menunjang semua kegiatan yang ada di desa sekitar,” kata Alwin

Lanjutnya, begitu juga Pemerintah Desa Jayakarsa, meminta pembangunan perbaikan jalan masuk perkampungan.

“Panjang pembangunan perbaikan jalan ini 309 Meter dan lebar 4 meter. Kedepanya kami juga akan melakukan pembangunan perbaikan kantor Desa Paputungan, Jayakarsa dan Tanah Putih. Karena ini merupakan amanat dari pimpinan untuk peduli dengan masyarakat setempat,” terang Alwin

Sementara itu, Camat Likupang Barat Maikel Parengkuan mengucapkan terima kasih kepada PT Bhineka Mancawisata yang sudah membantu masyarakat Likupang Barat.

“Kedepanya kami berharap, bantuan CSR bukan hanya lewat fisik tapi bantuan lewat pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, supaya dalam hal meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa tersebut. Karena kedepan, desa-desa ini akan menunjang pariwisata, agar supaya masyarakat bisa bekerja di hotel sesuai kriteria yang diminta oleh perusahaan,” kata Parengkuan.

Dia menambahkan juga, kalau bisa bukan cuma desa lingkar perusahaan, semua desa yang berada di Kecamatan Likupang Barat mendapat perhatian dari perusahaan.

“Karena di daerah kepulauan yang berada di Kecamatan Likupang Barat, sangat membutuhkan bantuan dari perusahaan,” tambahnya.

Senada Pj Hukum Tua Jayakarsa Rivo Ricky Rawung menyambut baik serta berterima kasih atas bantuan CSR yang diberikan PT Bineka Mancawisata lewat pembagunan sarana dan prasarana ini.

“Lewat kerjasama ini pihak PT Bineka Mancawisata boleh membantu semua masyarakat yang ada di Jayakarsa,” kunci Rawung

(Rivo)

Tanam Ribuan Bibit Bakau, PT BMW Peduli Lingkungan

MINUT-PT Bhineka Mancawisata menanam ribuan mangrove (bakau) di pantai lokasi hotel di Desa Paputungan Likupang Barat, Minahasa Utara. Penanaman melibatkan sejumlah pemangku kepentingan peduli lingkungan, pemerintah dan warga setempat.

Penanaman dilakukan Selasa, (27/4) pagi di areal pantai kompleks Likupang Eco Family, juga disaksikan sejumlah mahasiswa Universitas Sam Ratulangi dan personil Direktorat Jendral Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Balai Taman Nasional Bunaken.

Arfan Basuki, Kepala Bidang Penataan Penegakan Hukum dan Peningkatan Kapasitas, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Sulut menyebut penanaman bakau sangat baik dalam upaya memelihara keseimbangan serta ekosistem lingkungan di wilayah pantai Likupang.

“Mangrove juga menjadi daya tarik wisatawan dunia. Berwisata sambil menikmati keindahan lingkungan merupakan fenomena masa kini. Kami selalu berkampanye untuk penanaman mangrove yang memiliki banyak ragam kegunaan,” katanya

Lanjutnya, pihaknya melibatkan masyarakat Paputungan dalam program ini. Sebelumnya mereka dilatih oleh pihak konsultan. Kami berharap mangrove dapat bertumbuh dan menambah khasanah pantai Likupang lebih indah dengan mangrove,” ungkap Teddy.

Teddy menambahkan kegiatan diawali melalui peningkatan kapasitas warga Desa Paputungan berupa pembekalan mengenai penanaman mangrove juga seluk beluk ekosistem pantai yang termasuk didalamnya hutan mangrove. Hal itu bertujuan agar masyarakat sekitar memahami manfaat dan fungsi hutan mangrove bagi kelangsungan hidup semua komponen yang berada di sekitar ekosistem itu termasuk di dalamnya manusia.

“Kami berharap melalui pembekalan penanaman mangrove kepada warga Desa Paputungan dapat meningkatkan kapasitas warga berkesinambungan mengenai mangrove dan kepeduliannya,” katanya.

Kepala Operasional PT Bhineka Mancawisata Manado Yuri Christian mengatakan investasi hotel di Paputungan juga diikuti dengan pembangunan obyek wisata lainnya. Di samping mangrove walk, kebun buah, taman bunga, juga dibangun sejumlah destinasi permainan rekreasi edukatif serta atraksi lainnya.

“Kami hadir di sini untuk memperindah dan melestarikan alam Likupang dengan pembangunan pariwisata. Tabu bagi kami merusak lingkungan. Pariwisata butuh keindahan alam,” ujarnya.

Ekosistem hutan bakau merupakan ekosistem unik yang memiliki beragam fungsi, sebagai tempat pembesaran berbagai biota yang bernilai ekonomis penting bagi manusia, (nursery ground), juga secara langsung hutan bakau menyumbang oksigen (O2) bagi manusia.

Fungsi lainnya menyerap CO2 dari sisa pembakaran dan mengurangi abrasi pantai, juga menyerap bahan kimia berbahaya bagi manusia agar tidak lebih tersebar di lautan serta memotong energy gelombang tsunami sehingga dampak bencana bagi manusia bisa di perkecil.

Direksi PT Bhineka Mancawisata Teddy Darmanto menyebut penanaman ribuan mangrove sebagai komitmen perusahaannya menjaga kelestarian lingkungan di pantai lokasi hotel. Dikatakan penanaman ini sebagai tahap awal, selanjutnya akan dilakukan penanaman di waktu akan datang sesuai rencana pembangunan obyek wisata eco park di Likupang. PT Bhineka Mancawisata adalah investor pembangunan hotel di Paputungan bernilai triliunan rupiah.

Arfan Basuki mengingatkan kawasan pantai dan ekosistem bakau menjadi sasaran kegiatan eksploitasi sumber daya alam dan pencemaran lingkungan. Hal itu terjadi akibat tuntutan pembangunan yang cenderung menitikberatkan bidang ekonomi. Semakin banyak manfaat dan keuntungan ekonomis yang diperoleh maka semakin berat pula beban kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Sebaliknya semakin sedikit manfaat dan keuntungan ekonomis maka semakin ringan pula kerusakan lingkungan yang ditinggalkan.

Oleh karena itu, ujar Arfan, pihak BPLH Sulut memberi apresiasi kepada PT Bhineka Mancawisata melakukan konservasi penanaman bibit bakau sebanyak 2.300 bibit pada areal satu hektar di pantai Paputungan.

(***)

On The Track, PT Bhineka Mancawisata Kukuhkan Arah Pembangunan Pariwisata Sulut

MANADO–Kehadiran PT Bhineka Mancawisata dengan pembangunan hotel pantai di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus Likupang memberi daya dorong besar kemajuan pariwisata Sulawesi Utara.Investasi pariwisata triliunan rupiah “menyulap” Likupang yang terkebelakang menjadi kawasan terdepan, berjalan beriringan dengan program pemerintah yang menetapkan Likupang lima wilayah super prioritas pariwisata nasional.

Kepala Dinas Penannaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Atap (PMPTSP) Sulawesi Utara Frangky Manumpil di Manado, Selasa ( 6/4) mengatakan investasi PT Bhineka Mancawisata di bidang pariwisata mengukuhkan arah pembangunan pariwisata Sulawesi Utara tepat, on the track.

“Pemerintah seperti memiliki chemistry dengan PT Bhineka Mancawisata dalam pembangunan dan bisnis pariwisata Sulawesi Utara ke depan. Kita butuh investor seperti ini, kami berikan karpet merah membantu segala perizinan kepada mereka,” katanya.

Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sulut antusias membantu pembangunan hotel plus kawasan wisata pantai dan laut.

Dikatakan pembangunan fisik hotel dan kawasan wisata di Likupang Barat memperindah Likupang dengan sejumlah pesona alam, laut dan pantai yang dimiliki.

“Pak Gubernur selalu mengingatkan kepada kami agar mencari dan membantu setiap investor ataupun investasi pariwisata, hanya dengan investasi daerah ini akan maju, ekonomi masyarakat akan bertambah seperti dialami Bali,” katanya.

Direksi PT Bhineka Mancawisata Teddy Darmanto dan Kepala Operasional cabang Manado Yuri Christian mengatakan investasi pariwisata di Paputungan Likupang Barat berupa hotel bintang lima dan sejumlah destinasi lainnya.

Di sekitar hotel akan dibangun wisata air, taman satwa, kebun buah dan taman bunga. Selanjutnya akan dibangun pasar seni budaya dan kerajinan, permainan rekreasi edukatif, mangrove walk dan terutama atraksi kapal wisata bawah air yang akan menjelajahi taman laut Bunaken.

“Kami hadir di sini untuk memperindah dan melestarikan alam Likupang dengan pembangunan pariwisata. Tabu bagi kami merusak lingkungan. Alam di Likupang yang sudah ada kami lestarikan menjadi lebih indah. Ingat ini investasi pariwisata bukan investasi tambang. Pariwisata butuh keindahan alam,” kata Teddy.

Rising Star Tahun 2019, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata menganugerahi Sulawesi Utara sebagai The Rising Star pariwisata nasional dengan lonjakan kedatangan turis asing 600 persen dalam empat tahun belakangan. Apresiasi tersebut diikuti dengan menjadikan KEK Pariwisata Likupang sebagai lima destinasi super prioritas bersama empat destinasi lainnya, Borobudur (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara) , Mandalika (Nusa Tenggara Timur) dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).

Selanjutnya Frangky Manumpil menyebut, laju investasi hotel dan prasarana pendukung parisiwata seperti listrik tahun 2020 mencapai Rp 5,2 triliun dari target Rp 3 triliun. Investasi itu didukung dengan suntikan dana pemerintah pusat Rp 1 triliun membenahi infrastruktur penunjang seperti pembangunan terminal baru bandara Sam Ratulangi dan jalan menuju ke lokasi KEK Likupang sepanjang 31,5 kilometer dari bandara Sam Ratulangi.

Juga dibangun terminal baru bandara Sam Ratulangi ditargetkan selesai tahun ini diperluas dua kali lipat yang semula 26.000 meter persegi menjadi 56.000 meter persegi, lengkap dengan fasilitas terminal internasional. Perluasan bandara memungkinkan menampung jumla penumpang 6 juta pertahun dari yang sebelumnya hanya 2,5 juta orang pertahun.

Boming turis China sejak tahun 2017 hingga 2019 menjadikan paket-paket pariwisata selam dan atraksi wisata paralayang memberi keuntungan dan kemajuan bagi masyarakat lokal dan pengelola pariwisata. (***)