Camat Liktim Kecewa, Pemberitaan Terkait Polemik di Desa Pinenek Terkesan Dilebih-Lebihkan

manadosulutnews.comMINUT–Camat Likupang Timur (Liktim) Delby Wahiu mengaku kecewa atas pemberitaan di media terkait polemik di Desa Pinenek yang terkesan dilebih-lebihkan oleh oknum wartawan.

“Saya tegaskan, saya tidak tau apa-apa terkait masalah itu. Karna tidak ada laporan lisan maupun tulisan kepada saya mengenai masalah tersebut. Makanya saya kaget, kenapa ada pemberitaan seperti itu yang mengatasnamakan saya,” kata Wahiu saat bertemu awak media di Pantai Pall usai menghadiri suatu acara.

Dia mengungkapkan, ada salah satu wartawan menghubunginya untuk menanyakan terkait masalah tersebut. Namun menurut Wahiu, dia tidak pernah mengatakan seperti yang diberitakan.

“Saya katakan nanti akan saya cek, cuma itu. Karna memang saya tidak tau apa-apa. Mau tindak bagaimana kalau saya tidak tau apa permasalahanya,” ungkapnya.

Dirinya meminta untuk tidak melebih-lebihkan dalam pemberitaan. Jangan mengadu domba antara pihak kecamatan dan desa.

“Ada baiknya juga wartawan datang konfirmasi langsung. Jika cuma lewat telfon makanya terkesan dilebih-lebihkan, padahal tidak seperti itu,” tandasnya.

(Rivo)

Wahiu Tegaskan, Sangsi Pembinaan Kepada Hukum Tua Kampung Ambong Sesuai Aturan

MINUT–Sangsi pembinaan terhadap Hukum Tua Kampung Ambong Fenky Corneles yang diduga melakukan tindakan asusila sudah sesuai prosedur dan aturan yang ada. Hal ini sebagaimana ditegaskan Camat Likupang Timur (Liktim) Delby Wahiu.

“Yang bersangkutan ( Hukum Tua Kampung Ambong-red) diberikan pembinaan selama 1 bulan. Jika yang bersangkutan sudah menyelesiakan permasalahan tersebut selama jangka waktu yang diberikan, maka jabatanya dikembalikan kembali,” jelas Wahiu saat berada di ruang kerjanya

Saat ditanya terkait pemberhentian tanpa konfirmasi hukum tua yang bersangkutan, Wahiu menegaskan pihaknya sudah melakukan upaya sesuai aturan yang ada.

“Kami sudah berupaya menghubungi hukum tua, namun nomor tidak aktif. Selan itu, saya juga sudah menyuruh pegawai kecamatan untuk mengecek langsung hukum tua di kantornya, namun tidak ada ditempat,” tegasnya.

Wahiu meminta agar yang bersangkutan untuk mengikuti proses yang ada.

“Ikuti saja proses, yang pasti ini sesuai aturan yang ada,” tandasnya.

(Rivo)

Disaksikan Camat Liktim, Pemdes Kalinaun Salurkan BLT ke 87 KPM

MINUT–Pemerintah Desa (Pemdes) Kalinaun menyalurkan Bantuan Langsung Tunai- Dana Desa (BLT-DD) kepada 87 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Penyaluran yang disaksikan langsung Camat Likupang Timur (Liktim) Delby Wahiu berlangsung di Kantor Desa Kalianun, Selasa (1/3).

Hukum Tua Desa Kalinaun Hard Tinungki mengatakan, 87 KPM menerima BLT tiga bulan sekaligus dengan jumlah nominal 9 ratus ribu.

“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang sedang melalui masa pandemi Covid-19,” katanya.

Tinungki berharap, bantuan tersebut dapat dipakai sesuai kebutuhan dalam melangsungkan hidup.

“Jangan dipakai untuk lain-lain, beli beras atau bahan pokok lainya. Selain dilaksanakan di kantor desa, perangkat desa juga secara door to door ke rumah para KPM untuk membawa BLT tersebut,” harapnya.

Sementara itu, Camat Liktim Delby Wahiu menambahkan BLT bulan januari-maret ini hendaknya membeli bahan pokok sesuai arahan.

“BLT ini bersumber dari Dana Desa (DD) maka saya berharap bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat selama pandemi masih berlangsung,” tandasnya.

(Rivo)

Jaga Keindahan KEK Likupang Dengan Terapkan Jumpa Berlian

MINUT–Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang menjadi salah satu program super prioritas pemerintah pusat. Tentunya ini menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) sampai ke Kecamatan dan desa-desa.

Camat Likupang Timur (Liktim) Delby L Wahiu mengatakan, masalah kebersihan menjadi fokus utama pihaknya dalam manjaga keindahan KEK Pariwisata tersebut.

“Intinya harus enak di pandang. Untuk itu, Jumat Pagi Bersih Lingkilungan Anda (Jumpa Berlian) terus saya terapkan sampai di desa-desa. Karna masalah kebersihan, terus diingatkan pak bupatib,” katanya.

Wahiu juga mengajak, seluruh elemen masyarakat untuk bekerjasama menjaga kebersihan lingkungan.

“Jika kita bersih, tentunya menambahkan daya tarik dari para wisatawan. Masalah membuang sampah sembarangan menjadi kebiasaan buruk yang mesti kita hentikan,” tuturnya.

Wahiu semua lapisan elemen masyarakat dapat bekerjasam dengan pemerintah dalam menjaga kebersihan dilingkungan apalagi ditempat wisata.

“Jika kita bersih, tentu didalamnya kita sehat. Marilah kita semua masyarakat mendukung program KEK ini dengan menjaga kebersihan lingkungan kita masing-masing,” tandasnya.

(Rivo)