KPM di Desa Kokoleh I, “Kecipratan” BLT Tiga Bulan Sekaligus

manadosulutnews.comMINUT–Sebanyak 70 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) tiga bulan sekaligus.

Penyaluran BLT yang diserahkan lamgsung Pj Hukum Tua Desa Kokoleh I France Maramis tersebut, berlangsung di Kantor Hukum Tua Desa Kokoleh I, Jumat (3/6) siang tadi sekira pukul 13:00 Wita atau jam 1 siang.

“Untuk penyaluran BLT kali ini, diberikan kepada 70 KPM berjumlah Rp. 900.000 yakni Tiga bulan. Mulai dari bulan April, Mei, Juni,” kata Maramis.

Dirinya pun berharap, BLT tersebut dipakai untuk keperluan membeli bahan pokok rumah tangga.

“Seperti beras, minya, gula yang pasti untuk kebuhan hidop. Ini adalah upaya pemerintah dalam memperhatikan masyarakat ditengah pandemi, meskipun dampak dari pandemi Covid-19 sudah tidak lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” tandasnya.

(Rivo)

Kader Posyandu dan KPM di Desa Kokoleh I Dibekali Cara Membuat Makanan Bergizi

MINUT–Kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) di Desa Kokoleh I mendapat pelatihan dalam pembuatan makanan bergizi.

Kegiatan ini dilaksanakan berkat kerjasama antara PKK Kecamatan Likupang Selatan (Liksel) dan Pemerintah Desa (Pemdes) Kokoleh I.

Plt Hukum Tua Desa Kokoleh I France Maramis mengatakan narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Kepala Puskesmas Batu dr Eltien Wowor dan Ketua TP PKK Kecamatan Rilly Pangkerego.

“Kegiatan ini sangat bermafaat bagi para kader posyandu dan KPM. Dalam kegiatan tersebut para kader ini dibekali cara membuat, nuget mujair dan podeng labu,” katanya.

Selain itu kata Maramis, kegiatan ini juga dalam rangka mencegah stunting.

“Ini utamanya untuk dapat memacu masyarakat agar lebih meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam memanfaatkan bahan pangan berprotein menjadi hidangan sehari-hari,” terangnya.

Dirinya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Puskesmas Batu dr Eltien Wowor dan Ketua TP PKK Kecamatan Rilly Pangkerego yang boleh menjadi narasumber dalam kegiatan ini.

“Mudah-mudahan para kader ini dapat mengambil ilmu dari pelatihan ini, dan dapat disosialisasikan kepada masyarakat,” tutupnya.

(Rivo)

Jumpa JGKWL Terus Dilakukan Pemdes Kokoleh I

MINUT–Jumat Pagi Jaga Kebersihan Wilayah dan Lingkungan (Jumpa JGKWL) yang menjadi program dari Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung terus dilaksanakan pemerintah desa. Salah satunya di Desa Kokoleh I.

Dimana pada Jumat (25/3) pagi tadi, seluruh perangkat desa serta Plt Hukum Tua Desa Kokoleh I France Maramis sudah turun ke jalan membersihkan wilayah kokoleh I.

“Kalau wilayah bersih, tentu bagus dilihat. Kerja juga terasa nyaman,” kata Maramis.

Dia mengungkapkan, dalam melaksanakan Jumpa JGKWL semua perangkat desa ikut, tidak terkecuali.

“Ini sudah menjadi kebiasaan kami dalam bersih-bersih lingkungan. Apalagi sepanjang jalan di kokoleh I ini adalah akses jalan menuju KEK dan DSP Likupang,” ungkapnya.

Dirinya berharap kegiatan ini terus dipertahankan para perangkat serta masyarakat yang ada.

“Ini juga membangkitkan kesadaran kita untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Terima kasih banya kepada semua yang ikut terlibat dalam kegiatan ini,” tandas Maramis.

(Rivo)

70 KPM di Desa Kokoleh I, Terima BLT Tiga Bulan Sekaligus

MINUT–Pemerintah Desa (Pemdes) Kokoleh I menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap pertama kepada 70 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Senin (14/3) kemarin di Kantor Desa Kokoleh I.

Plt Hukum Tua Desa Kokoleh I France Maramis menjelaskan, 70 KPM menerima BLT 3 bulan sekaligus, yakni Januari, Februari, Maret Tahun Anggaran 2022.

“1 KPM menerima 3 bulan BLT, jadi 9 ratus ribu, per satu bulan 3 ratus ribu. Sehingga anggaran yang dikeluarkan untuk 70 KPM berjumlah 63 juta,” jelas Maramis.

Dia mengungkapkan, kegiatan ini adalah upaya dari pemerintah dalam membantu perekonomian masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Kalau total anggaran 70 KPM selama 12 bulan sebanyak 252 juta. Untuk itu saya berharap dengan adanya bantuan ini dapat sedikit membantu masyarakat dalam memenuhi kubutuhan pokok sehari-hari, selain itu juga, bantuan ini saya harap dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Maramis menambahkan, dalam penyerahan BLT tersebut, para KPM menerapkan Protokol Kesehatan, selain itu juga para KPM bersabar untuk antri dan tertib dalam menerima BLT.

“Terima kasih atas kerjasamanya yang baik dari seluruh perangkat desa dan berserta seluruh KPM,” tandasnya.

(Rivo)

“Jemput Bola” Pemdes Kokoleh Satu Door to Door Salurkan BLT, Walansendouw: Tindakan Yang Tepat

MINUT–Pemerintah Desa (Pemdes) Kokoleh Satu, Kecamatan Likupang Selatan (Liksel), Senin (19/7) tadi telah menyalurkan BLT tahap II kepada 41 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Namun penyaluran kali ini berbeda. Pemdes Kokoleh Satu dibawah pimpinan Pj Hukum Tua France Maramis menyalurkan secara Door to Door. Ini dikarenakan Kecamatan Liksel sudah masuk zona merah penyebaran Covid-19 serta adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Ya, kami berinisiatif untuk penyaluran BLT tahap II ini dilaksanakan secara door to door. Karna kami pemerintah desa sangat peka terhadap Covid-19 ini, apalagi saat ini masih PPKM,” kata Pj Hukum Tua Kokoleh Satu France Maramis.

Lanjutnya, dalam penyaluran secara door to door tersebut semua perangkat desa dilibatkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kami mulai penyaluran pukul 10:00 Wita sampai pukul 19:00 atau jam 7 malam. Dan langsung lanjut menjaga pos covid-19 di desa,” terang Maramis seraya berharap BLT tersebut dipakai dengan sebaik-baiknya.

Terpisah, Camat Liksel Adrian Walansendouw mengapresiasi tindakan dari Pemdes Kokoleh Satu dalam penyaluran BLT tersebut.

“Tindakan yang tepat. Itu sangat baik, karna memang sampai sekarang masih PPKM, Liksel juga sudah zona merah. Pada kesempatan ini juga saya menghimbau untuk masyarakat Liksel tetap ikuti anjuran pemerintah, serta tetap jaga imun agar virus tidak mudah masuk ke tubuh,” tandas Walansendouw

(Rivo)

Perangkat Desa dan BPD Kokoleh Satu,Terima Pembekalan Tupoksi

MINUT–Pemerintah Desa Kokole Satu menggandeng Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Minut melaksanakan kegiatan Pelatihan Tugas dan Fungsi Perangkat Desa dan Badan Pengawas Desa (BPD) tahun 2021, Jumat (2/6) kemarin di Kantor Hukum Tua Desa Kokoleh Satu.

Kepala Dinsos dan PMD Alpret Pusungulaa melalui Kepala Seksi Administrasi Pemerintahan Desa Rolly Manopo dalam materinya memaparkan terkait Tupoksi perangkat desa.

“Perangkat desa itu wajib bersikap dan bertindak adil, tidak diskriminatif serta tidak mempersulit dalam memberikan pelayanan kepada masyarkat,” kata Manopo

Dirinya juga memaparkan dasar hukum seperti pada UU No 6 tahun 2014 tentang desa pasal 48 s/d 53.

“Ada 12 hal yang tidak boleh dilanggar perangkat desa, salah satunya perangkat desa dilarang membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, dan atau golongan tertentu,” jelasnya.

Manopo menambahkan, jika melanggar maka perangkat desa akan dikenai sanksi administratif berupa teguran lisan dan atau teguran tertulis.

“Selain itu, dalam hal sanksi administratif tidak dilaksanakan dilakukan tindakan pemberhentian sementara dan dapat dilanjutkan dengan pemberhentian,” tambahnya

Sementara itu, Pj Hukum Tua Desa Kokoleh Satu France Maramis mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut bersumber dari anggaran dana desa.

“Ini perlu dilakukan agar para perangkat ini dapat menambah wawasan, sehingga paham betul aturan yang ada. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dinsos dan PMD, serta pak camat yang sudah membantu kami dalam kegiatan ini,” kunci Maramis.

Turut hadir dalan kegiata tersebut, Camat Likupang Selatan Adrian Walansendow, Kepala Seksi Administrasi Pemerintahan Desa Rolly Manopo, Pj Hukum Tua Desa Kokoleh Satu France Maramis, serta para peserta kepelatihan.

(Rivo)

Pemdes Kokoleh Satu, Salurkan BLT Tahap Satu ke 41 KPM

MINUT–Pemerintah Desa (Pemdes) Kokoleh Satu salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap Satu kepada 41 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Sabtu (3/6) siang tadi di Kantor Hukum Tua Desa Kokoleh Satu.

Pj Hukum Tua Desa Kokoleh Satu France Maramis mengatakan, untuk jumlah anggaran pada BLT tahap Satu Rp 12.300.000 dengan nominal perbulan Rp 300.000.

“Ini dana negara, wajib kami salurkan, dan juga kami wajib memeriksa dengan teliti semua persyaratan yang harus dilengkapi para KPM,” kata Maramis.

Dirinya berharap kepada KPM agar bantuan yang diterima dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Gunakanlah bantuan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dan keperluan lainya,” katanya

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Minut Alpret Pusungulaa mengapresiasi Pemdes Kokoleh Satu dalam penyaluran BLT tahap Satu tersebut.

“Yang pasti, dalam penyaluran ikuti Juknisnya agar dikemudian hari tidak terjadi masalah. Kami juga berharap BLT tersebut dapat memberikan sedikit dukungan kepada warga dalam menjalani hidup ditengah Pandemi Covid-19 ,” tandas Pusungulaa.

(Rivo)

Keterbukaan Informasi, Desa Kokoleh Satu Publikasikan Papan APBDes

MINUT–Guna mewujudkan keterbukaan informasi terhadap publik, Pemerintah Desa (Pemdes) Kokoleh Satu memasang papan informasi APBDes didepan kantor Hukum Tua Desa Kokoleh Satu.

Menurut Pj Hukum Tua Desa Kokoleh Satu France Maramis hal tersebut wajib dilaksanakan setiap pemerintah desa.

“Ini wajib dilakukan agar bisa diketahui masyarakat umum. Karna transparasi sangat dibutuhkan dalam pengelolaan anggaran dana desa,” kata Maramis.

Dirinya menjelaskan, papan informasi APBDes adalah implementasi dari UU No 6 tahun 2014 tentang desa.

“Untuk jumlah pagu anggaran Desa Kokoleh Satu di tahun 2021 ini yakni Rp 1,035,206,952 terbagi dari Dana Desa Rp 680,836,000, BHPR Rp 41,142,452 serta ADD Rp 323,222,500,” jelasnya.

Maramis berharap, masyarakat dapat mendukung program dari pemerintah deda Kokoleh Satu agar berjalan dengan baik.

“Kami pemerintah siap menerima masukan yang baik dari masyarakat, demi kemajuan desa yang kita cintai ini,” tandasnya.

(Rivo)

Lansia di Kokoleh Satu Terima 119 Paket Bantuan Sembako

MINUT–Pemerintah Desa Kokoleh Satu melakukan penyaluran sembako bagi 119 penerima, Senin (14/6) pagi tadi di Kantor Desa Kokoleh Satu.

Dari pantauan media ini, kegiatan penyaluran sembako menerapkan protab kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak, serta cuci tangan.

Salah satu penerima bantuan sembako Polina Kodoatie mengaku senang dan bersyukur atas perhatian dari pemerintah desa Kokoleh Satu.

“Terima kasih banyak pak hukum tua bersama pemerintah, sudah peduli terhadap kami para lansia. Bantuan paket sembako ini sangat bermanfaat bagi kami,” kata Kodoatie.

Sementara itu, Pj Hukum Tua Kokoleh Satu France Maramis mengatakan, 119 paket sembako tersebut bersumber dari dana desa tahun 2021.

“Total anggaran dalam bantuan paket sembako ini yakni 9,5 juta. Paket sembako tersebut terdiri dari minyak kelapa, gula, dan beras,” kata Maramis.

Dirinya mengungkapkan, bantuan tersebut adalah bukti kepedulian pemerintah kepada para lansia.

“Semoga bantuan ini memberikan manfaat bagi para lansia. Kedepanya kami pemerintah desa Kokoleh Satu akan terus memberikan yang terbaik bagi kesejahteraan masyarakat,” tandas Maramis.

( Rivo )

Terus Support Program Pemkab Minut, Desa Kokole 1 Gencar Laksanakan Jumpa JG-KWL

MINUT–Pemerintah Desa (Pemdes) Kokole 1 terus mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) dibawah pimpinan Bupati Joune Ganda & Wakil Bupati Kevin William Lotulung.

Buktinya, Jumat (11/6) pagi tadi seluruh perangkat desa bersama masyarakat melaksanakan Jumat Pagi Jaga Kebersihan Wilayah dan Lingkungan (Jumpa JGKWL).

“Sekira pukul 07:30 Wita kami mulai melaksanakan Jumpa JGKWL disepanjang jalan yang berada di lingkungan 3,” kata Pj Hukum Tua Desa Kokole 1 France Maramis

Dirinya mengungkapkan, hal ini wajib dilakukan semua Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkab Minut.

“Yang pasti tidak terkecuali, semua harus melaksanakan program ini. Dan pada pelaksanaan ini semua perangkat desa kokole 1 dan sebagaian masyarakat ikut terlibat,” ungkpanya.

Maramis menambahkan, apa yang menjadi program dari Bupati Joune Ganda & Wakil Bupati Kevin William Lotulung wajib dilaksanakan.

“Ini juga membuat lingkungan di desa menjadi bersih dan enak dipandang. Bagaimana mau melayani masyarakat, jika lingkungan kita tidak bersih,” tandasnya.

(Rivo)