BOLMONG — Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, memimpin langsung Gerakan Tanam Padi Massal yang dilaksanakan di areal persawahan Desa Solog, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Jumat (23/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan tersebut mengusung jargon filosofis “Tanam Apa yang Dimakan dan Makan Apa yang Ditanam” sebagai wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Gerakan tanam padi massal ini menyasar lahan pertanian seluas 30 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 28 hektare telah digarap dan siap mendukung ketersediaan pangan lokal di wilayah Bolaang Mongondow dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa ketersediaan beras di Sulawesi Utara saat ini berada pada kondisi yang sangat aman. Ia menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut, yang menurutnya merupakan hasil konsistensi pemerintah dalam melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta penyaluran cadangan beras secara tepat sasaran.
“Kita patut bersyukur karena stok beras di Sulawesi Utara mencukupi. Pemerintah terus bergerak untuk mengantisipasi gejolak harga melalui pelaksanaan pasar murah, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem, agar inflasi tetap terjaga,” ujar Gubernur.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas capaian Provinsi Sulawesi Utara dalam pengendalian inflasi. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, Sulawesi Utara berhasil menempati peringkat ketiga nasional dengan angka inflasi terendah, yakni sebesar 1,23 persen.
Lebih lanjut, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan sejumlah rencana dan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mendukung kesejahteraan petani, khususnya di Kabupaten Bolaang Mongondow. Di antaranya adalah rencana pendistribusian lahan pertanian baru seluas 2.000 hektare serta penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Adapun bantuan yang akan disalurkan meliputi dua unit traktor tangan tambahan untuk wilayah Bolaang Mongondow, lima unit pompa air guna mengantisipasi musim kemarau, serta pembukaan akses jalan pertanian yang selama ini terisolasi dengan mengerahkan alat berat ekskavator.
“Setelah akses terbuka, jalan pertanian akan kita aspal. Jika akses semakin baik, petani akan semakin bersemangat dalam bekerja. Petani sejahtera, masyarakat pun ikut sejahtera,” tegas Gubernur, yang disambut antusias dan tepuk tangan para petani serta masyarakat yang hadir.
Berdasarkan data yang disampaikan, produksi beras di Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan, yakni sebesar 233 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut merupakan hasil dari upaya intensif Gubernur Sulawesi Utara dalam melakukan koordinasi dan lobi ke pemerintah pusat, sehingga berhasil memperoleh bantuan benih dan alsintan senilai Rp65 miliar.
Menutup sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus mengimbau para petani untuk mengelola hasil panen secara bijak dan tidak melakukan penimbunan stok secara berlebihan, demi menjaga kelancaran distribusi serta stabilitas pangan di tingkat regional.
(Budi)











































