MINSEL, MSN — Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Selatan, Glady L N Kawatu, S.H., M.Si., menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Penguatan Kompetensi Kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam rangka optimalisasi penanganan stunting tahun 2025.
Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) tersebut, berlangsung di Hotel Aryaduta Manado sejak 26 hingga 28 November 2025.

Pelatihan ini merupakan salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Minsel untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting melalui peningkatan kapasitas kader, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan teknis, maupun koordinasi antar-lini di tingkat desa dan kelurahan.
Dalam pemaparannya, Sekda Glady Kawatu menegaskan bahwa kader Posyandu dan KPM adalah salah satu faktor paling menentukan dalam keberhasilan program penanganan stunting.
“Kader adalah garda terdepan. Keberhasilan penanganan stunting banyak ditentukan oleh ketepatan data, ketekunan dalam pemantauan, serta edukasi langsung yang dilakukan oleh kader di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat sinergi lintas sektor agar intervensi gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga edukasi keluarga dapat berjalan lebih optimal.
“Saya berharap setelah pelatihan ini, seluruh kader semakin siap mendampingi keluarga di wilayah masing-masing, sehingga target penurunan stunting di Minahasa Selatan pada 2025 bisa tercapai,” tandasnya.
Adapun materi yang disampaikan dalam pelatihan ini, meliputi konvergensi percepatan penurunan stunting, sistem pelaporan, teknik pemantauan tumbuh kembang anak, tata cara pengukuran yang benar, serta strategi komunikasi perubahan perilaku.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Minsel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat serta bagian dari upaya jangka panjang peningkatan kualitas sumber daya manusia.
(Stev)











































