MINSEL, MSN – Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan dari Fraksi PDI Perjuangan, Ricky Ch. Kalangi, S.E., M.M., mendampingi investor PT Tripper Nature, Mr. Daniel, dalam agenda audiensi bersama Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H., Rabu (11/2/2026).
Audiensi tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan usaha pertanian vanili di Kabupaten Minahasa Selatan sebagai salah satu komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati, investor menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi di sektor pertanian vanili, mengingat potensi lahan yang tersedia, kondisi iklim yang mendukung, serta peluang pasar vanili yang terus meningkat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Bupati Franky Donny Wongkar menyambut baik rencana investasi tersebut dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam mendukung masuknya investor yang dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani lokal.
Bahkan menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah mengusulkan program upland vanili ke Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait, sebagai bentuk keseriusan daerah dalam mengembangkan komoditas vanili secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Sementara itu, Anggota DPRD Minsel Ricky Kalangi menyampaikan bahwa kehadiran investor di sektor pertanian vanili diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Minahasa Selatan.
“Investasi pertanian seperti vanili ini sangat strategis. Selain bernilai ekspor, juga mampu memberdayakan masyarakat desa dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Angota DPRD Minsel yang dikenal karena dedikasinya dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dan aspirasi rakyat.
Ricky juga mengajak petani vanili di Minsel untuk memasok vanili di PT Tripper Nature. Karena saat ini menurut dia, perusahaan tersebut menawarkan pembelian vanili degan harga terbaik.
Di sisi lain, Andika, salah satu petani vanili di Minahasa Selatan, berharap rencana investasi ini dapat segera direalisasikan dan diikuti dengan pendampingan kepada petani lokal.
“Kami berharap ada pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari penyediaan bibit unggul, teknik budidaya, hingga kepastian pasar. Ini bisa menjadi peluang besar bagi petani vanili di Minahasa Selatan,” ungkapnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal realisasi investasi pertanian vanili di Minahasa Selatan, melalui sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, pihak investor, dan masyarakat, guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
(Stev)









































