MINSEL, MSN – SPBU Kapitu, Kabupaten Minahasa Selatan, terus menerapkan ketentuan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Biosolar dengan mewajibkan setiap kendaraan menggunakan QR Code resmi Pertamina.
Kebijakan tersebut kembali ditegaskan oleh Pengawas SPBU Kapitu, Hardy Prawadara, saat ditemui wartawan pada Jumat (31/7/2026).
Menurut Hardy, kendaraan yang tidak memiliki QR Code resmi atau data yang tidak sesuai dengan sistem Pertamina tidak akan dilayani untuk pengisian Biosolar bersubsidi.
“Pengisian Biosolar di SPBU Kapitu wajib menggunakan barcode atau QR Code resmi Pertamina. Kendaraan yang tidak memiliki barcode resmi tidak dapat kami layani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran sekaligus mencegah penyalahgunaan maupun penimbunan BBM.
“Seluruh proses kami jalankan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Nozzle pengisian Pertamina juga tidak dapat mengeluarkan BBM apabila kendaraan tidak terdaftar atau QR Code yang digunakan tidak sesuai dengan data di sistem,” jelas Hardy.
Hardy menambahkan, hingga saat ini SPBU Kapitu tetap berkomitmen menjalankan ketentuan tersebut secara konsisten sesuai kebijakan Pertamina.
Sementara itu, operator SPBU Kapitu, Noldy Sumampow, mengatakan pihaknya hanya melayani kendaraan yang telah terdaftar dan memiliki QR Code resmi. Selain itu, setiap kendaraan hanya dapat melakukan pengisian sesuai kuota yang telah ditetapkan dalam sistem.
“Kami hanya melayani kendaraan yang memiliki barcode resmi. Bagi yang belum memiliki, kami menyarankan segera mendaftar agar memperoleh QR Code sesuai ketentuan pemerintah dan Pertamina,” katanya.
Penerapan aturan tersebut juga mendapat apresiasi dari salah seorang sopir ekspedisi yang sedang mengisi BBM di SPBU Kapitu. Menurutnya, penggunaan QR Code resmi membuat distribusi BBM subsidi menjadi lebih tertib dan tepat sasaran.
“Menurut saya, penerapan barcode resmi di SPBU Kapitu sudah baik karena sesuai aturan pemerintah. Penyaluran BBM subsidi menjadi lebih terkontrol,” ungkapnya.
(Stev)










































