SULUT, MSN – Tim Khusus Gubernur Sulawesi Utara (Timsusgub) Percepatan Program Strategis Nasional (PSN) dan Program Prioritas Daerah menilai capaian pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan I 2026 perlu dibaca secara hati-hati dan proporsional, mengingat masih terdapat beberapa indikator makro ekonomi yang belum sepenuhnya menunjukkan pola yang seragam.
Meski demikian, Timsusgub tetap memandang kondisi ekonomi nasional masih berada dalam jalur yang cukup baik dan memiliki momentum pertumbuhan yang positif.
Terkait Sulawesi Utara, kontraksi sekitar 0,8 persen pada Triwulan I 2026 dinilai belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa kondisi ekonomi daerah sedang melemah.
Sekretaris Timsusgub Percepatan PSN dan Prioritas Daerah Sulut, Ivanry Matu mengatakan, perlambatan sementara tersebut lebih dipengaruhi oleh belum optimalnya realisasi belanja pemerintah, belanja pegawai, serta pelaksanaan beberapa proyek strategis nasional dan proyek prioritas daerah dan investasi yang sebagian besar baru mulai bergerak pada Triwulan II 2026.
“Kita melihat triwulan 1 ini memang masih masa transisi percepatan program. Belanja pemerintah, realisasi APBD dan beberapa PSN belum sepenuhnya berjalan optimal. Realisasi investasi besar juga sebagian baru akan mulai masuk di triwulan 2, sehingga kita tetap optimistis tren pertumbuhan Sulut akan meningkat,” ujarnya.
Ivanry menegaskan, secara fundamental kondisi ekonomi Sulut justru masih sangat baik karena sektor produksi utama daerah tetap stabil, terutama pertanian, perikanan, dan komoditas pangan lainnya.
Menurutnya, sektor riil masyarakat masih bergerak positif dan menjadi fondasi penting menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Faktor produksi Sulut sebenarnya sangat kuat. Pertanian, perikanan, dan sektor pangan kita relatif stabil. Ini menunjukkan daya tahan ekonomi daerah masih bagus,” katanya.
Ia juga menyoroti program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peluang besar bagi Sulawesi Utara. Namun saat ini sebagian bahan baku program tersebut masih dipasok dari luar daerah.
Karena itu, ke depan Pemprov Sulut bersama Timsusgub akan mendorong peningkatan kapasitas produksi lokal agar Sulut dapat menjadi pemasok utama kebutuhan MBG di kawasan Indonesia Timur.
“Ini yang sedang kita benahi. Ke depan produksi daerah harus diperkuat agar Sulut menjadi supplier utama MBG, baik dari sektor pertanian, perikanan, maupun peternakan,” jelasnya.
Selain itu, Timsusgub juga mendorong penguatan kelembagaan BUMD agar mampu menjadi motor penggerak agro industri dan mina industri di Sulawesi Utara.
Menurut Ivanry, skenario besar ke depan adalah menjadikan BUMD sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui optimalisasi KEK Bitung dan pengembangan kawasan metropolitan BIMINDO (Bitung–Minahasa–Manado) yang saat ini masih menunggu penetapan Peraturan Presiden (Perpres).
“Ke depan BUMD tidak hanya menjadi perusahaan daerah biasa, tetapi harus menjadi penggerak utama ekonomi Sulut melalui KEK Bitung dan kawasan BIMINDO. Konsepnya mirip ‘Danantara daerah’, tentu tetap menunggu penguatan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui penguatan kelembagaan dan regulasi yang tepat, BUMD nantinya diharapkan mampu masuk ke sektor-sektor strategis seperti agro industri, mina industri, logistik, hilirisasi, hingga pengelolaan sumber daya alam secara lebih terintegrasi.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa beberapa sektor unggulan daerah saat ini memang belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat sejumlah regulasi dan penyesuaian kebijakan yang perlu dipastikan agar seluruh program berjalan sesuai aturan dan memiliki kepastian hukum.
“Kita ingin semua berjalan dengan baik dan sesuai aturan. Karena itu beberapa regulasi strategis memang harus dipastikan terlebih dahulu agar akselerasi pembangunan ke depan lebih kuat dan berkelanjutan,” katanya.
Timsusgub optimistis dengan percepatan investasi, proyek strategis nasional, hilirisasi sektor unggulan, serta penguatan produksi daerah, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara pada 2026 dapat menembus di atas 6 persen.
Sebagai perbandingan, pada Triwulan IV 2025 pertumbuhan ekonomi Sulut tercatat berada di kisaran 5,9 persen, dan PE 2025 5,66% lebih tinggi dari rata-rata nasional saat itu.
“Kami optimistis tahun 2026 Sulawesi Utara bisa kembali tumbuh di atas 6 persen, apalagi jika seluruh program strategis mulai berjalan optimal pada semester kedua,” pungkas Ivanry.
(Moris)










































