MINSEL, MSN – Camat Motoling Timur, Bonny Philips Mawitjere, bergerak cepat merespons peristiwa kebakaran yang terjadi di tempat pengolahan kopra milik petani di Perkebunan Kayu Lewo, Desa Karimbow Talikuran, Kecamatan Motoling Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, Jumat (21/8/2026).
Peristiwa kebakaran tersebut sempat menggegerkan masyarakat sekitar. Kondisi ini menjadi perhatian karena kebakaran terjadi di tengah musim kemarau, sehingga dikhawatirkan kobaran api dapat merambat ke lahan perkebunan maupun mendekati kawasan pemukiman.
Beruntung, berkat kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat setempat, kobaran api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke area lainnya.
Camat Motoling Timur Bonny Philips Mawitjere menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan Pemerintah Desa Karimbow Talikuran yang telah bergotong royong melakukan upaya pemadaman.
“Puji Tuhan, peristiwa kebakaran tempat pengolahan kopra di Perkebunan Kayu Lewo, Desa Karimbow Talikuran, berhasil dipadamkan oleh masyarakat dan Pemdes setempat,” ujar Mawitjere.
Mawitjere juga menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami petani. Ia berharap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca yang relatif kering dan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan pada tempat pengolahan kopra. Kerugian material yang dialami petani diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Sementara itu, Hukum Tua Desa Karimbow Talikuran, Runtunuwu, mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran, baik di lahan perkebunan, kawasan hutan maupun pemukiman.
“Mari bersama cegah kebakaran dengan tidak membakar lahan, sampah atau semak belukar tanpa pengawasan. Jangan membuang puntung rokok sembarangan. Pastikan juga instalasi listrik, kompor dan tabung gas dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah,” ujar Runtunuwu.
Ia menambahkan, kewaspadaan masyarakat sangat penting mengingat kondisi musim kemarau dapat membuat lahan dan rerumputan menjadi lebih mudah terbakar.
Dengan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini. Pemerintah desa juga mengimbau warga untuk segera melaporkan apabila menemukan sumber api yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di area perkebunan yang memiliki kondisi vegetasi kering dan mudah terbakar.
(Stev)







































