BOLTIM – Suasana Lapangan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, tampak lebih ramai dari biasanya pada Rabu (11/3/2026). Sejak pagi, warga berdatangan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Di tengah keramaian itu, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE datang meninjau langsung jalannya kegiatan. Ia berjalan menyusuri lapak-lapak penjualan yang dipenuhi bahan pangan, mulai dari beras, bawang, rica (cabai), hingga daging ayam.
Sesekali Gubernur berhenti di depan meja pedagang, memperhatikan barang dagangan, lalu berbincang dengan penjual maupun warga yang sedang berbelanja.
“Berapa harga bawang di sini? Rica berapa sekarang? Ayam dijual berapa per ekor?” tanya Gubernur Yulius kepada para penjual sambil melihat langsung komoditas yang tersedia.
Para pedagang pun menjelaskan harga yang ditawarkan dalam program tersebut yang memang lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Warga yang mendengar percakapan itu tampak antusias dan terus memadati lapak-lapak penjualan.
Menurut Gubernur Yulius, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama ketika harga pasar mengalami fluktuasi.
“Program ini kita lakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah. Pemerintah akan terus hadir menjaga stabilitas harga pangan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus didorong agar bisa dilaksanakan secara rutin di berbagai daerah di Sulawesi Utara.
Dengan begitu, masyarakat di berbagai wilayah dapat merasakan manfaat yang sama, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga menggelar kegiatan serupa di Lapangan Alun-alun Molibagu, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, pada Senin (9/3/2026).
Kegiatan tersebut digelar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama selama bulan suci Ramadan ketika kebutuhan pangan biasanya meningkat.
Gerakan Pangan Murah ini juga dirangkaikan dengan agenda Safari Ramadan Pemprov Sulut di wilayah Bolaang Mongondow Raya.
Warga terlihat memadati lokasi kegiatan untuk membeli berbagai bahan pangan yang dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar, seperti beras, rica, bawang merah, bawang putih, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Utara, Rahel Rotinsulu, mengatakan program Gerakan Pangan Murah merupakan langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan bahan pokok selama Ramadan.
“Program ini akan terus dilaksanakan di berbagai daerah di Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah,” kata Rahel.
(Budi)








































