JAKARTA — Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE bertemu dengan Menteri Ketenagakerjaan untuk membahas kondisi ketenagakerjaan sekaligus upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Dalam pertemuan tersebut, Yulius menyampaikan kondisi ketenagakerjaan di Sulawesi Utara, termasuk masih adanya masyarakat pencari kerja yang membutuhkan pelatihan keterampilan agar dapat meningkatkan kompetensi dan lebih mudah terserap di dunia kerja.
Gubernur juga menyampaikan kondisi Balai Latihan Kerja (BLK) Bitung, terutama terkait infrastruktur dan peralatan pelatihan pada sembilan workshop yang tersedia. Sebagian fasilitas dan peralatan dinilai sudah mengalami kerusakan serta tidak lagi mengikuti perkembangan kebutuhan industri.
Di sisi lain, animo masyarakat Sulawesi Utara untuk mengikuti pelatihan di BLK masih tinggi. Karena itu, Yulius meminta dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan, untuk memperkuat program pelatihan dan meningkatkan fasilitas BLK di Sulawesi Utara.
Merespons usulan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Yulius ke Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurut Menteri, kunjungan tersebut menunjukkan kesungguhan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja.
Kementerian Ketenagakerjaan menyampaikan sejumlah langkah yang akan dilakukan untuk mendukung Sulawesi Utara.
Pertama, Kementerian Ketenagakerjaan akan mempercepat optimalisasi BLK Minahasa Utara. Infrastruktur dan peralatan pelatihan akan diselesaikan sehingga BLK tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada 2027.
Kedua, pemerintah pusat akan menambah program pelatihan di BLK Bitung dan mengintegrasikannya dengan pengembangan BLK Minahasa Utara.
Ketiga, Pemprov Sulut diminta memperkuat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan industri untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja. Berdasarkan kebutuhan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan akan menyiapkan program pelatihan yang lebih sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha.
Kolaborasi antara pemerintah dan dunia industri dinilai penting agar pelatihan kerja tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi benar-benar membuka peluang penyerapan tenaga kerja.
Kementerian Ketenagakerjaan juga menyatakan akan membantu Sulawesi Utara dalam mengoptimalkan BLK yang ada sehingga kapasitas pelatihan dapat ditingkatkan dan menjangkau lebih banyak pencari kerja.
Selain persoalan pelatihan, Menteri Ketenagakerjaan meminta Pemprov Sulut memperkuat pengawasan terhadap tenaga kerja asing yang bekerja di daerah tersebut.
Pengawasan diarahkan untuk memastikan setiap tenaga kerja asing memenuhi persyaratan sesuai ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku. Pemerintah juga diharapkan memastikan keberadaan tenaga kerja asing memberikan manfaat melalui proses alih teknologi dan peningkatan kompetensi pekerja lokal.
Pertemuan tersebut turut membahas pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia industri dalam membangun sistem ketenagakerjaan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar kerja.
Dalam pertemuan itu, Menteri Ketenagakerjaan didampingi jajaran Direktur Jenderal, staf ahli, serta direktur terkait. Sementara Gubernur Yulius didampingi Asisten I, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulawesi Utara, dan Kepala BLK Bitung.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pelatihan kerja di Sulawesi Utara sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
(Budi)










































